Topologi RING
Topologi ring
merupakan jenis dari topologi jaringan yang mana bentuk dari rangkaiannya
masing masing tersambung pada dua titik yang lainnya, Sehingga dapat membentuk
seperti jalur lingkaran menyerupai cincin. Biasanya kabel yang digunakan pada
topologi ring adalah kabel BNC yang tidak terdapat ujung sehingga tidak
membutuhkan terminator.
Untuk membentuk jaringan cincin, maka setiap sentral perlu dihubungkan
seri antara satu dengan yang lainnya sehingga akan membentuk hubungan loop tertutup.
Dalam sistem topologi jaringan ini, setiap sentral memang dirancang untuk bisa
berinteraksi dengan sentral yang jaraknya berdekatan ataupun berjauhan.
Sehingga topologi ring ini memang memiliki kemampuan untuk bisa melakukan switching ke
segala arah workstation.
Karakteristik
Topologi Ring
Berikut ini beberapa karakteristik dari topologi ring,
yaitu:
1. Node-node
akan dihubungkan secara seri pada kabel dengan membentuk jaringan yang terlihat
seperti lingkaran.
2. Terlihat
sederhana di dalam layout, sama halnya dengan jenis topologi bus.
3. Paket-paket
data bisa mengalir ke dalam satu arah, entah ke kiri atau kanan sehingga
membuat collision dapat terhindarkan.
4. Masalah yang
terjadi bisa sama seperti pada topologi bus, jika terdapat salah satu node yang
mengalami kerusakan maka bisa menyebabkan seluruh node tidak akan berkomunikasi
di dalam jaringan tersebut.
5. Tipe kabel
yang biasanya digunakan adalah kabel UTP ataupun Patch Cable.
Cara Kerja Topologi Ring
Untuk cara kerjanya sendiri, pada topologi ring setiap node memiliki
fungsi sebagai repeater atau penguat sinyal untuk node baik sebelum
ataupun sesudahnya. Sehingga setiap perangkat nantinya dapat bekerja sama untuk
mendapatkan sinyal dari sebelumnya dan diteruskan ke node yang selanjutnya.
Pada proses penerimaan sinyal serta penerusan sinyal data akan dibantu dengan
alat yang bernama token.
Token sendiri berisikan
data-data yang sumber nya dari komputer sebelumnya, setelah itu token tersebut
akan mengalirkan data pada setiap titik atau node. Jika data tersebut
dibutuhkan pada node maka data tersebut akan diterima oleh node tersebut. Namun
saat node tidak dibutuhkan maka node tersebut akan dialirkan menuju node
berikutnya. Data yang mengalir nantinya akan berjalan terus menerus sampai
mencapai tujuan akhir.
Kelebihan Topologi Ring
Berikut ini beberapa kelebihan
dan keunggulan dari topologi ring, antara lain adalah:
1. Mudah
dalam perancangan serta mengimplementasikannya.
2. Peforma
topologi ring lebih baik jika dibandingkan dengan topologi bus, bahkan meskipun
aliran data yang ada besar dan berat sekalipun.
3. Mudah
dalam melakukan konfigurasi serta installasi perangkat baru.
4. Mudah
untuk melakukan diagnosa, pengisolasian kesalahan, serta kerusakan yang ada di
dalam jaringan dikarenakan konfigurasi yang ada menggunakan sistem point on point.
5. Penggunaan
kabel yang cukup hemat.
6. Aliran
data yang mengalir akan lebih cepat serta mampu menangani lalu lintas data yang
tinggi sekalipun karena jenis topologi jaringan ini dapat melayani data yang
berasal dari kanan atau kiri server.
7. Tidak
akan terjadi resiko tabrakan di saat pengiriman data dikarenakan dalam satu waktu
hanya akan ada satu node yang bisa mengirimkan data.
Kekurangan Topologi Ring
Meskipun memiliki banyak
kelebihan, namun topologi ring juga memiliki beberapa kekurangan yang mana
perlu anda perhatikan antara lain adalah:
1. Jika
terdapat kerusakan di satu node maka hal tersebut akan menganggu seluruh
jaringan yang ada, untuk mengatasinya anda bisa menggunakan cincin ganda atau
dual ring.
2. Pengembangan
jaringan dirasa kurang fleksibel, dikarenakan untuk memindahkan, menambahkan
serta mengubah perangkat jaringan akan mempengaruhi seluruh jaringan.
3. Komunikasi
data akan sangat tergantung dari jumlah node yang ada di dalma jaringan.
4. Cenderung
sulit untuk dikonfigurasikan jika dibandingkan dengan topologi star.
5. Membutuhkan
penanganan serta pengolahan yang lebih khusus untuk bandles.
6. Sinyal
akan semakin melemah jika jarak yang ditempuh agar dapat mencapai tujuan jauh.
Topologi Dual Ring
Untuk cara kerjanya sendiri, pada
topologi dual ring sama seperti topologi ring akan tetapi topologi dual
ring setiap node memiliki 2 Sehingga setiap perangkat nantinya dapat
bekerja sama untuk mendapatkan sinyal dari sebelumnya dan diteruskan ke node
yang selanjutnya. Pada proses penerimaan sinyal serta penerusan sinyal data
akan dibantu dengan alat yang bernama token. Selain itu topologi dual ring
berfungsi sebagai backup transmission jika salah satu node pada topologi
tersebut tidak berfungsi.
Kelebihan Topologi Dual Ring
Berikut ini beberapa kelebihan dan
keunggulan dari topologi dual ring, antara lain adalah:
1. Bisa
sebagai backup transmission jika salah 1 node pada topologi tersebut tidak
berfungsi
Kekurangan Topologi Dual Ring
Topologi dual ring juga memiliki
beberapa kekurangan yang mana perlu anda perhatikan antara lain adalah:
1. Lebih
Boros Kabel
2. Saat
Pengimpletansi Topologi ini cukup sulit, karena harus mengatur arah data agar
tidak terjadi collison
Topologi Bus
Topologi bus merupakan salah
satu jenis topologi yang sering digunakan pada jaringan berskala kecil. Pada
topologi bus seluruh perangkat jaringan terhubung pada kabel tunggal yang
disebut bus. Bus inilah yang kemudian menjadi pusat lalu lintas data dimana
seluruh perangkat jaringan berkomunikasi dengan perangkat jaringan lainnya yang
sedang terhubung.
Terdapat
dua jenis topologi bus, yang pertama ialah Linear Bus. Pada topologi
jaringan berjenis Linear Bus seluruh perangkat dalam jaringan tersebut
terhubung pada satu kabel tunggal dengan dua titik akhir pada masing-masing
ujung kabel. Kemudian jenis topologi bus yang kedua ialah Distributed Bus, yang membedakan topologi jenis ini dengan jenis topologi
yang pertama ialah terdapat cabang yang dibentuk pada kabel utama, dan setiap
cabang tersebut memiliki titik akhir tersendiri. Singkatnya distributed bus ini
adalah gabungan dari beberapa linear bus.
Karakteristik Topologi Bus
Topologi bus memiliki
karakteristik yaitu sebuah kabel tunggal yang terbentang disepanjang jaringan,
kabel inilah yang kemudian menjadi backbone pada jaringan tersebut. Jenis kabel
yang biasa digunakan pada topologi bus adalah coaxial, seluruh perangkat jaringan
terhubung dengan kabel ini dengan menggunakan konektor T. Konektor ini berperan
untuk membagi jalur agar memungkinkan untuk perangkat dapat terhubung pada
kabel utama (backbone).
Karakteristik lain yang dimiliki oleh topologi bus adalah
adanya terminator di tiap ujung dari kabel jaringan. Terminator ini berfungsi
untuk menyerap singal dan mencegahnya agar tidak terpantul kembali, sebab
apabila terjadi hal tersebut akan menyebabkan terjadinya tabrakan sinyal.
Kelebihan Topologi BUS
1. Mudahnya menambahkan perangkat baru
Untuk menambahkan perangkat baru pada topologi bus terbilang cukup mudah,
anda hanya perlu menyambungkan kabel menggunakan sebuah konektor dengan panjang
secukupnya sehingga perangkat tersebut dapat terhubung ke jaringan utama.
2. Biaya yang dibutuhkan lebih sedikit
Bila membandingkan biaya yang dibutuhkan antara topologi bus dengan topologi
ring, star atau hybrid, maka topologi bus adalah yang paling murah untuk
diimplementasikan. Hal tersebut disebabkan karena topologi bus hanya
membutuhkan satu kabel yang bertindak sebagai kabel utama dimana komunikasi
antar komputer berlansung.
3. Tidak membutuhkan hub atau switch
Disamping itu pada topologi
bus juga tidak membutuhkan hub atau switch untuk dapat bekerja, sebab sifat
linier dari jaringan tersebut memungkinkan data untuk mengalir bebas ke seluruh
jaringan. Namun meski demikian topologi bus juga membutuhkan sebuah terminator
yang harus dipasang ditiap ujung kabel utama untuk dapat berfungsi normal.
4. Terminator kabel tidak membutuhkan daya
Terminator yang digunakan pada
topologi bus merupakan perangkat yang bersifat pasif. Terminator terbuat dari resistor
dan kapasitor, yang mana artinya tidak membutuhkan daya untuk dapat bekerja.
Hal ini yang membuat topologi bus dapat diimplementasikan dimana saja yang anda
butuhkan.
Kekurangan
Topologi BUS
1. Menambah
perangkat akan memperlambat jaringan
Melihat dari cara topologi bus
melakukan komunikasi dengan komputer lainnya, dapat disimpulkan bahwa semakin
banyak perangkat yang terhubung pada kabel utama maka semakin lama pula waktu
yang dibutuhkan untuk melakukan pertukaran data.
2. Masalah
keamanan
Setiap komputer pada topologi
bus yang terhubung dengan kabel utama mampu untuk melihat seluruh transmisi
data yang sedang terjadi pada seluruh komputer lain. Hal inilah yang menjadi
masalah untuk keamanan pada topologi bus, sebab semua orang dapat melihat apa
yang orang lain sedang lakukan.
3. Kerusakan
pada kabel utama akan mempengaruhi seluruh jaringan
Dikarenakan kabel utama yang
menjadi pusat dari lalu lintas data, maka apabila terdapat sebuah kesalahan
kecil, maka akan berdampak pada seluruh jaringan. Dampak yang dihasilkan ini
dapat berupa kerusakan pada seluruh jaringan atau memecah jaringan menjadi dua
bagian.
Topologi STAR
Topologi star merupakan topologi yang paling sering digunakan untuk
merancang jaringan pada saat ini. Topologi ini mempunyai ciri, yaitu adanya
switch atau hub yang menghubungkan ke setiap komputer baik server maupun
client. topologi jaringan star mempunyai ciri fisik yang paling mudah dikenali
yaitu adanya switch atau hub sebagai kontrol terpusat dalam jaringan, selain
itu Topologi star juga menggunakan kabel UTP dan konektor RJ 45 sebagai media
transmisinya
Fungsi Topologi Jaringan Star
Topologi jaringan star berfungsi untuk menghubungkan antar
komputer satu dengan komputer lain dalam jaringan komputer baik komputer
tersebut bertindak sebagai server maupun bertindak sebagai client. Selain untuk
menghubungkan antar komputer dalam satu jaringan atau satu network topologi jaringan star juga dapat digunakan untuk
menghubungkan perangkat keras jaringan lain seperti router, modem, access point
dan lain sebagainya
Kelebihan
topologi jaringan star
1.
Paling fleksibel dibandingkan dengan topologi yang
lain
2. Pemasangan workstation yang baru sangat mudah, dan
tidak mengganggu kerja dari komputer yang lain
3. Kontrol terpusat, sehingga memudahkan pengecekan
kesalahan jaringan.
4. Kemudahan deteksi kesalahan pada jaringan, karena
adanya kontrol terpusat dan satu kabel untuk satu komputer.
5. Apabila satu komputer mengalami masalah dalam
jaringan, komputer yang sain tidak akan terganggu
Kelemahan
topologi jaringan star
1. Boros kabel, karena topologi ini satu komputer akan
dihubungkan ke hub dengan satu kabel, sehingga jika banyak komputer pada jaringan
maka akan menggunakan kabel yang banyak pula.
2. Perlu penanganan khusus untuk pengelolaan jaringan.
3. Kontrol terpusat(hub) menjadi elemen yang sangat
kritis, sehingga jika hub mengalami kerusakan maka semua jaringan akan
mengalami masalah.
Karakteristik
Topologi Jaringan Star
1.
Setiap node atau komputer berkomunikasi langsung
dengan konsentrator (HUB atau switch)
2.
Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator
(HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak
(misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
3. Sangat mudah dikembangkan. sehingga jika ingin
menambahkan jaringan yang baru kita tinggal menambahkan kabel dan menghubungkan
ke switch.
4. Kerusakan pada salah satu node tidak berpengaruh pada
jaringan yang lain, misalnya jika salah satu ethernet card rusak, atau salah
satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa
berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
5. Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.
6.
Konektor yang digunakan adalah konektor RJ 45
Cara
Kerja Topologi Jaringan Star
Pada topologi jaringan star tidak langsung terhubung satu sama lain pada
kabel maupun komputer, tetapi melalui perangkat pusat pengendali (central
controller) yang biasa disebut dengan HUB atau switch. Perangkat ini(Switch
atau hub) mempunyai peran yang sangat penting dalam jaringan sehingga jika
switch mengalami masalah maka seluruh jaringan juga akan mengalami masalah. Pada
topologi star, HUB berfungsi layaknya seperti pengatur lalu lintas. Jika satu
komputer ingin mengirimkan data ke komputer lainnya maka data tersebut
dikirimkan ke HUB terlebih dahulu, yang kemudian meneruskannya ke komputer
tujuan
Topologi Mesh
Topologi mesh atau yang lebih
dikenal dengan topologi jala dikarenakan bentuknya yang memang menyerupai jala.
Topologi mesh merupakan bentuk hubungan yang ada antar perangkat dimana setiap
perangkat yang ada akan saling terhubung langsung dengan perangkat lainnya yang
ada di dalam satu jaringan tersebut.
Pada topologi mesh, setiap perangkat yang ada dapat berkomunikasi langsung
dengan perangkat lainnya dikarenakan perangkat akan saling terhubung yang
dikenal dengandedicated links.
Komunikasi yang terjalin pada topologi mesh biasanya berjalan cepat dan dapat
digunakan untuk membangun jaringan yang skalanya tidak terlalu besar.
Dalam membangun topologi mesih, ada beberapa perhitungan yang
harus anda lakukan dengan menggunakan rumus n(n-1)/2. Misalnya saja, ada 5 komputer yang ada di dalam satu
jaringan, maka kabel yang digunakan untuk bisa membangun dengan menggunakan
topologi mesh adalah 5(5-1)/2= 10 koneksi. Dan kemudian
masing-masing dari komputer diharuskan
untuk memiliki port I/O dengan jumlah 5-1=4. Untuk perhitungan rumus port
sendiri dapat dihitung dengan cara n-1.
Topologi mesh biasanya dapat anda temukan pada ISP
(Internet Service Provider) yang mana digunakan untuk memastikan jika terjadi
kerusakan di salah satu sistem jaringan komputer maka hal tersebut tidak akan
menganggu hubungan jaringan yang ada dengan sistem komputer lainnya yang ada di
dalam jaringan.
Karakteristik
Topologi Mesh
Topologi mesh sendiri memiliki beberapa karakteristik
atau ciri-ciri tersendiri, antara lain adalah:
1.
Perangkat
yang ada di dalam jaringan akan saling terhubungkan satu sama lainnya.
2. Kabel yang
digunakan dalam berkomunikasi secara langsung dengan node lainnya di dalam
jaringan cukup banyak.
3.
Pada setiap
node, setidaknya ada 2 atau lebih dari port I/O.
4.
Konfigurasi
dalam setiap node akan berbeda di dalam berkomunikasi.
Cara Kerja
Topologi Mesh
Sederhananya, cara kerja dari topologi mesh adalah
pada setiap node yang ada di dalam jaringan akan saling terhubungkan
dikarenakan penggunaan kabel yang langsung ke node yang ditujunya. Sehingga
data yang mengalir tersebut akan dapat langsung menuju node yang dituju,
sehingga data tersebut akan mengalir pada jaringan topologi mesh dengan cepat.
Data dapat mengalir langsung ke node yang dituju tanpa harus melewati node
lainnya.
Kelebihan Topologi
Mesh
1. Topologi
mesh mempunyai hubungan dedicated link yang mana dapat menjamin jika data akan
langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melewati komputer lainnya.
Sehingga data tersebut dapat mengalir lebih cepat sampai tujuan.
2. Jenis
topologi mesh ini adalah robust, yaitu bila terjadi gangguan di
dalam koneksi komputer A dan komputer B dikarenakan adanya kerusakan pada kabel
koneksi yang ada pada antara komputer A dan komputer B maka gangguan tersebut
tidak akan menganggu koneksi yang ada pada komputer A dengan lainnya.
3. Pada
topologi mesh keamanan dan privasi dapat terjamin dikarenakan komunikasi yang
terjalin di antara kedua komputer tidak bisa diakses dengan komputer lainnya.
4. Mudah dalam
hal mengidentifikasikan masalah masalah kerusakan yang terjadi antar jaringan
komputer.
Kekurangan Topologi
Mesh
1. Pada
topologi mesh, membutuhkan kabel dan port I/O yang lebih banyak sehingga
semakin banyak komputer yang ada di dalam jaringan topologi mesh maka tentu saja
akan membutuhkan lebih banyak lagi kabel serta port I/O.
2. Sulit dalam
melakukan installasi serta konfigurasi dikarenakan setiap komputer harus
terkoneksi langsung.
3. Jaringan
komputer yang menggunakan topologi mesh akan sangat banyak menggunakan kabel,
sehingga tentu saja membutuhkan sebuah ruangan yang cukup besar ketika akan
membangun jaringan komputer tersebut.
4. Biaya yang
diperlukan untuk perawatan topologi jaringan ini lebih banyak dibandingkan
jaringan lainnya.
5. Jaringannya
yang tidak praktis
Pengertian Topologi Tree
Topologi tree merupakan
gabungan antara topologi bus dengan topologi star, dimana jaringan dalam
topologi ini merupakan kumpulan topologi star yang dihubungkan dengan topologi
bus. Jadi setiap client dikelompokkan dengan sebuah hub sebagai
pusat komunikasi, seperti halnya struktur jaringan dalam topologi star.
Kemudian setiap pusat komunikasi ini dihubungkan dengan pusat komunikasi lain
menggunakan sebuah kabel utama seperti dalam topologi bus.
Topologi
tree atau topologi pohon dinamakan demikian, karena jika digambarkan, bentuk
jaringan ini menyerupai bentuk pohon dengan cabang dan ranting. Dimana cabang
memiliki hierarki lebih tinggi dari ranting. Dalam jaringan topologi tree juga
terdapat herarki atau tingkatan jaringan, dimana jaringan dengan hierarki yang
lebih tinggi akan dapat mempengaruhi dan mengontrol jaringan yang terdapat
dibawahnya.
Oleh sebab itu, topologi ini
sering digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hierarki yang berbeda.
Pada topologi tree, setiap client dalam satu kelompok dapat berhubungan dengan
client dalam kelompok lain. Namun data yang dikirimkan oleh sebuah client,
harus melalui simpul pusat terlebih dahulu sebelum sampai ke client tujuan.
Karakteristik
Topologi Tree
Seperti telah disebutkan
sebelumnya, setiap topologi jaringan memiliki karakteristik yang berbeda dengan
yang lainnya. Topologi tree memiliki karakteristik yang menyerupai topologi
star dan bus, karena topologi ini merupakan gabungan kedua topologi tersebut.
Untuk lebih jelasnya, berikut karakteristik dari topologi tree:
1.
Memiliki
kabel utama yang sering disebut dengan backbone, sebagai penghubung
jaringan
2.
Memiliki
hieraki atau tingkatan dalam jaringan
3.
Memiliki hub
yang berperan sebagai pusat data serta kendali jaringan
4.
Komunikasi
data yang dilakukan dalam jaringan harus melalui hub (pusat kendali)
Kelebihan
Topologi Tree:
1.
Mendukung
untuk diterapkan pada jaringan komputer dengan skala besar.
2.
Pengembangan
jaringan atau penambahan client yang berada dibawah hub pusat dapat dilakukan
dengan mudah.
3.
Identifikasi
kerusakan pada jaringan serta isolasi jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
4.
Jika salah
satu client mengalami kerusakan atau gangguan, tidak akan mempengaruhi client
lain.
5.
Manajemen
data yang baik, sebab komunikasi terjadi secara point to point.
Kekurangan
Topologi Tree
1. Jika kabel
utama (backbone) rusak, maka seluruh jaringan akan terganggu.
2. Hub memegang
peran penting dalam jaringan, jika hub rusak maka seluruh jaringan akan
terganggu.
3. Jika
komputer yang berada di tingkat atas mengalami kerusakan atau gangguan, maka
komputer yang berada dibawahnya juga akan mengalami gangguan.
4. Biaya yang
diperlukan dalam membangun jaringan ini lebih mahal, sebab menggunakan lebih
banyak kabel dan hub.
5. Konfigurasi
dan pemasangan kabel dalam jaringan tree lebih rumit dibanding topologi lain.
6. Perawatan
dalam menjaga stabilitas jaringan cukup sulit dilakukan, sebab terdapat banyak
perancangan pada node.
7. Kinerja
jaringan serta aliran data lebih lambat, sebab komunikasi antar komputer tidak
bisa berjalan langsung, namun harus melalui hub terlebih dahulu.
8. Lalu lintas
data sangat padat, sebab melalui sebuah kabel utama (backbone), sehingga
kemungkinan terjadinya collision (tabrakan file data) sangat
besar.
Topologi Hybrid
Topologi Hybrid merupakan
penggabungan dari beberapa (dua atau lebih) topologi jaringan yang berbeda.
Misalnya ketika suatu jaringan yang menggunakan topologi Ring, digabungkan
dengan jaringan lain yang menggunakan topologi star; maka topologi baru yang
terbentuk dari gabungan kedua topologi jaringan ini disebut sebagai topologi
Hybrid. Jika jaringan yang digabungkan memiliki jenis topologi yang sama, maka
penggabungan kedua jaringan tersebut bukanlah topologi hybrid. Misalnya
jaringan dengan topologi bus digabungkan dengan jaringan lain yang juga
menggunakan topologi bus, maka penggabungan kedua jaringan tersebut tetap
merupakan topologi bus, bukan topologi hybrid.
Topologi
Hybrid mengkombinasi dua atau lebih topologi jaringan yang berbeda sedemikian
rupa, sehingga topologi jaringan yang dihasilkan tidak mengacu pada standar
topologi yang ada; tidak menampilkan karakteristik topologi tertentu. Topologi
ini seringkali menghasilkan tata letak topologi yang rumit, sulit dipahami,
sebab menggabungkan berbagai struktur topologi. Meskipun demikian penggunaan
topologi ini jarang menimbulkan masalah.
Karakteristik Topologi
Hybrid
Topology Hybrid tidak memiliki
karakteristik khusus, sebab merupakan penggabungan dari beberapa topologi.
Topologi hybrid akan membawa karakteristik topologi asal yang membangunnya.
Misalkan jika topologi hybrid di salah satu perusahaan merupakan gabungan dari
topologi star, topologi ring, dan topologi bus; maka topologi hybrid pada
jaringan tersebut memiliki karakteristik bawaan dari topologi ring, star, dan
bus.
Kelebihan
Topologi Hybrid
1.
Dapat
menyatukan dua atau lebih topologi jaringan yang berbeda.
2. Fleksibel
dan efisien; dapat diterapkan pada lingkungan jaringan yang berbeda, tanpa
perlu merombak topologi jaringan yang telah terbentuk sebelumnya. Selain itu
dapat mengurangi space jaringan yang terbuang.
3. Kustomisasi,
memungkinkan penyesuaian cara pengaturan jaringan untuk mencapai tujuan
tertentu.
4. Aliran data
dapat bekerja dengan sempurna meskipun berjalan dalam sejumlah lalu lintas
jaringan yang berbeda akibat mengkombinasikan berbagai konfigurasi
topologi jaringan yang berbeda.
5. Sangat mudah
untuk menambah node atau koneksi peripheral baru, meskipun topologi jaringan
berbeda.
6. Ketika salah
satu link dalam jaringan mengalami gangguan, bagian link jaringan lainnya tidak
akan ikut mengalami gangguan.
7. Kecepatan
jaringan konsisten sebab menggabungkan kelebihan dan menghilangkan kelemahan
masing-masing topologi jaringan.
Kekurangan Topologi Hybrid
1. Pengelolaan
jaringan cenderung sulit, karena penggabungan beberapa topologi menyebabkan
struktur jaringan menjadi rumit dan sukar dipahami.
2. Biaya untuk
membangun topologi ini cukup mahal, sebab menggunakan banyak hub dan kabel
untuk menghubungkan jaringan.
3. Biaya
perawatan jaringan juga cukup mahal. Hub harus terus bekerja meskipun salah
satu node dalam jaringan tidak bekerja, sebab hub harus mengelola beberapa
jenis jaringan sekaligus.
4. Instalasi
dan konfigurasi jaringan rumit, sebab harus menghubungkan beberapa topologi
yang berbeda dan disaat yang sama juga harus memastikan semua node berfungsi
dengan baik.
Perangkat Jaringan dalam Topologi
Hybrid
1.
Hub
Hub merupakan sebuah perangkat jaringan yang berfungsi
untuk menghubungkan seluruh komputer dalam jaringan. Hub merupakan titik pusat
jaringan yang berfungsi untuk menerima sinyal dari sebuah unit komputer lalu
kemudian mentransfer sinyal tersebut kekomputer lainnya. Hub juga dapat
menguatkan sinyal yang ditransmisikan melalui kabel UTP.
Hub memiliki banyak port,
melalui port ini sejumlah komputer dapat dihubungkan menggunakan konektor RJ45.
Banyaknya komputer yang dapat terhubung, bergantung banyaknya port pada hub
tersebut. Hub dengan hub lain juga dapat saling terhubung, sehingga memungkinkan
penambahan jumlah komputer yang terhubung dalam jaringan. Terdapat dua jenis
Hub yang digunakan dalam topologi jaringan Hybrid, yaitu:
·
Hub pasif: hanya
berfungsi sebagai pembagi jaringan.
·
Hub aktif: berfungsi
sebagai penghubung serta penguat sinyal dalam jaringan.
2.
Switch
Switch memiliki fungsi yang mirip dengan Hub, yaitu
sebagai penghubung dalam jaringan. Namun berbeda dengan hub, cakupan luas
jaringan dari switch lebih besar. Selain itu switch memiliki kecepatan yang
lebih tinggi daripada hub. Switch bekerja pada layer 2 dan layer 3 jaringan,
menentukan kemana paket data akan dikirim atau diterima berdasarkan alamat MAC pada
NIC ( Network Interface Card ). Sistem
ini menghindarkan terjadinya collision (
tabrakan data ) pada jalur data dalam jaringan.